ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN GANGGUAN DIARE

Standard

Image

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita ucapkan kepada Allah SWT, berkat rahmat dan karunia_Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah Keperawatan Anak ini.

Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dan keluarga yang membantu memberikan semangat dan dorongan demi terwujudnya karya ini, yaitu makalah Keperawatan Anak ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yaitu Ns. Siti Aisyah Nur, S.Kepyang telah  membantu kami, sehingga kami merasa lebih ringan dan lebih mudah menulis makalah ini. Atas bimbingan yang telah berikan, kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang juga membantu kami dalam penyelesaian makalah ini.

Kami menyadari bahwa teknik penyusunan dan materi yang kami sajikan masih kurang sempurna. Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang mendukung dengan tujuan untuk menyempurnakan makalah ini.

Dan kami berharap, semoga makalah ini dapat di manfaatkan sebaik mungkin, baik itu bagi diri sendiri maupun yang membaca makalah ini.

                                                                                                            Padang,   Oktober 2012

                                                                                                                        Penulis

 

BAB 1

PENDAHULUAN

I.  Latar Belakang

Diere adalah penyebab penting kekurangan gizi, ini disebabkan karena adanya anoreksia pada penderita diare, sehingga penderita makan lebih sedikit dari biasanya dan kemampuan menyerap sari makanan juga berkurang. Padahal kebutuhan sari makananya meningkat  akibat adanya infeksi. Setiap episod diare menyebabkan kekurangan gizi, sehingga bila episode diare berkepanjangan maka dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan akan terlihat keterlambatan tubuh kembang pada anak dan bayi.

Diare merupakan penyebab utama angka kesakitan dan kematian pada anak di negara berkembang, dengan perkiraan 1,3 milyar episode dan 3,2 juta kematian setiap tahun pada balita. Secara keseluruhan anak-anak ini mengalami rata-rata 3,3 epoisode diare pertahun. Pada daerah yang dnegan angka episode yang tinggi ini, seorang balita dapat menghabiskan 25 % waktunya dengan diare. Sekitar 80 % kematian yang berhubungan dengan diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. Penyebab utama kematian   karena diare adalah dehidrasi sebagai akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui tinjanya. Penyebab kematian lain adalah disentri, kekurangan gizi, dan infeksi serius seperti pnemoni.

Menurut laporan Departemen Kesehatan, di Indonesia setiap anak mengalami diare 1,6 samapi 2 kali setahun. Hasil SKRT (survaey kesahatan rumah tangga) di Indonesia angka kematian diare anak balita dan bayi permil pertahun berturut menunjukan angka sebagai berikut ; 6,6 (balita) 22 (bayi) pertahun 1980; 3,7 (balita) dan 13,3 (bayi) pada tahun1985. 2,1 (balita) 7,3 (bayi) pada tahun 1992. 1 balita dan 8 bayi pada tahun 1995. Sementara itu morbiditas diare tidak menunjukan hal yang sama. Dari hasil studi morbiditas oleh DEPKES di 8 propinsi pada tahun 1989,1990,1995 berturut-turut morbiditas diare menunjukan 78 %, 103 % dan 100 %. Apalagi dengan terjadinya krisis ekonomi yang melanda negara Asia dimana Indonesia yang terparah, angka kejadian diare menunjukan kenaikan. Bahkan gangguan kesehatan maupun yang terkait dengan diare seperti gangguan gizi  dan ISPA menunjukan hasil yang nyata (DEPKES RI, 1999).

 

  1. II.            Tujuan Penulisan
    1. Tujuan Umum
    2. Mempelajari asuhan keperawatan pada anak dengan diare.
      1. Tujuan Khusus
      2. Mampu melakukan pengkajian asuhan keperawatan pada anak dengan diare.
      3. Mampu melakukan  intervensi asuhan keperawatan pada anak dengan diare.
      4. Mampu melakukan tindakan asuhan keperawatan pada anak dengan diare.
      5. Mampu melakukan evaluasi asuhan keperawatan pada anak dengan diare.

III.    MANFAAT

a.    Instansi

Dapat digunakan sebagai sumber informasi bagi instansi dalam meningkatkan mutu    pendidikan pada masa yang akan datang

  1. Klien dan Keluarga

Klien dan keluarga diberi penjelasan tentang pentingnya pengobatan dan perawatan untuk mencapai penyembuhan

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

I.   TINJAUAN TEORITIS

 

A.    DEFINISI

Diare Infeksius adalah suatu keadaan dimana anak sering buang air besar dengan tinja  yang encer sebagai akibat dari suatu infeksi.

Diare adalah kehilangan cairan atau elektrolit secara berlebihan yang erjadi krna frekuebsi satu kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang encer atau cair.

Diare adalah buang air besar (defekasi)  dengan jumlah yinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 cc/jam tinja).

Dengan tinja berbentuk cair /setengan padat, dapat disertai frekuensi yang meningkat. Menurut WHO (1980), diare adalah buang air besar encer lebih dari 3 x sehari. Diare terbagi 2 berdasarkan mula dan lamanya , yaitu diare akut dan kronis (Mansjoer,A.1999,501).

  1. B.     ETIOLOGI
    1. Faktor infeksi : Bakteri ( Shigella, Shalmonella, Vibrio kholera), Virus (Enterovirus), parasit (cacing), Kandida (Candida Albicans).
    2. Faktor parentral : Infeksi dibagian tubuh lain (OMA sering terjadi pada anak-anak).
    3. Faktor malabsorbsi : Karbihidrat, lemak,  protein.
    4. Faktor makanan : Makanan basi, beracun, terlampau banyak lemak, sayuran dimasak kutang matang.
    5. Faktor Psikologis : Rasa takut, cemas.

 

  1. C.    MANIFESTASI KLINIS / TANDA TANDA DAN GEJALA
    1. Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair atau encer
    2. Terdapat tanda tanda dehidrasi : tugor kulit jelex, ububn ubun dan mata cekung serta membrane mukosa pucat
    3. Perubahan tanda vital : nadi dan tekanan darah cepat
    4. Penurunan berat badan
    5. Penurunan frekuensi berkemih
    6. Warna air kemih menjadi lebih gelap dan lebih pekat – denyut nadi cepat
    7. Haus (rasa haus bisa ditunjukkan dengan menangis dan rewel)
    8. Menangis tanpa air mata
    9. Muntah-muntah
    10. Demam
    11. Tenesmus
    12. Hematoschezia
    13. Nyeri perut atau kejang perut

 

D.    ANATOMI FISIOLOGI

            Darah merupakan salah satu komponen penting Yang ada di dalam tubuh manusia.Sebab darah berfungsi, mengalirkan zat ± zat atau nutrisi yang di butuhkan tubuh,kemudian mengalirkan karbondioksida hasil metabolisme untuk di buang. ada empatfungsi utama darah, yaitu memberikan suplai oksigen keseluruh jaringan tubuh,membawa nutrisi, membersihkan sisa-sisa metabolisme dan membawa zat antibody.

Komposisi darah :

               Darah kita mengandung beberapa jenis sel yang yang tersangkut di dalam cairankuning yang disebut plasma darah. Plasma darah tersusun atas 90% air yangmengandung sari makanan, protein, hormone, dan endapan kotoran selain sel-seldarah.Ada 3 jenis sel darah yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dankeeping darah (trombosit).Sel darah merah dan sel darah putih di sebut jugakorpuskel1. Sel darah merahSel darah merah berbentuk piringan pipih yang menyerupai donat. 45% darahtersusun atas sel darah merah yang di hasilkan di sumsum tulang.

            Dalam setiap 1cm kubik darah terdapat 5,5 juta sel. Jumlah sel darah merah yang diproduksisetiap hari mencapai 200.000 biliun, rata-rata umurnya hanya 120 hari. Semakintua semakin rapuh, kehilangan bentuk dan ukurannya menyusun menjadi sepertigaukuran mula-mula.Sel darah merah mengandung hemoglobin yang kaya akan zat besi. Warnanya yang merah cerah disebabkan oleh oksigen yang di serap dari paru-paru. Pada saatdarah mengalir ke seluruh tubuh, hemoglobin melepaskan oksigen ke sel danmengikat karbondioksida.

            Sel darah merah yang tua akhirnya akan pecah menjadi partikel-partikel kecil didalam hati dan limpa. Sebagian besar sel yang tua dihancurkan oleh limpa danyang lolos dihancurkan oleh hati. Hati mentimpan kandungan zat besi darihemoglobin yang kemudian di angkut oleh darah ke sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah yang baru.

            Persediaan sel darah merah di dalamtubuh diperbarui setiap empat bulan sekali.2. Sel darah putihSel darah putih jauh lebih besar dari pada sel darah merah jumlahnya dalam setiap13 darah adalah 4000-10.000 sel. Tidak seperti sel darah merah, sel darah putihmemiliki inti (nucleus). Sebagian sel darah putih bisa bergerak di dalam alirandarah, membuatnya dapat melaksanakan tugas sebagai system ketahanan tubuh.Sel darah putih adalah bagian dari sistem ketahanan tubuh yang penting. Sel darah putih yang terbanyak adalah neutrofil (+60%).

            Tugasnya adalah memerangi bakteri pembawa penyakit yang memasuki tubuh. Mula mula bakteri dikepung,lalu butir-butir didalam sel segera melepaskan zat kimia untuk menghancurkandan mencegah bakteri berkembang biak.Sel darah putih mengandung +5% eosinofil. Fungsinya adalah memerangi bakteri,mengatur pelepasan zat kimia saat pertempuran, dan membuang sisa-sisa sel yangrusak.Basofil yang menyusun 1% sel darah putih, melepaskan zat untuk mencegahterjadinya penggumpalan darah di dalam pembuluhnya. 20 s\d 30% kadungan seldarah putih adalah trombosit.

            Tugasnya adalah menghasilkan antibody, suatu protein yang membantu tubuh memerangi penyakit.Monosit bertugas mengepung bakteri. Kira-kira ada 5 sampai 10% di dalam seldarah putih.Tubuh mengatur banyak sel darah putih yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan.Jika kita kehilangan darah, tubuh akan segera membentuk sel-sel darah untuk menggantinya. Jika kita mengalami infeksi, maka tubuh akan membentuk lebih banyak sel darah putih untuk memeranginya.

Pembekuan darah

               Proses yang mencegah kehilangan darah dari badan melalui luka disebuthemostasis dan proses ini terdiri dari tiga stadium yang bekerja bersama-sama,yaitu : Spasme vaskuler : penyempitan lumen pembuluh darah yang putus untuk mengurangi aliran darah yang hilang.

1.Pembentukan sumbat trombosit : untuk menghentikan kebocoran darah.

2.Pembekuan fibrin disekitar sumbat trombosit dan reaksi fibrin: untuk merekat pembuluh yang putus dan menarik sisi pinggirnya supaya merapat (Watson,2001)

Fungsi darah

               Fungsi darah dalam metabolisme tubuh kita antara lain sebagai alat pengangkut(pengedar), pengatur suhu tubuh dan pertahanan tubuh.

   Peredaran oksigen pada tubuh :

1. Oksigen diedarkan ke seluruh tubuh oleh sel darah merah

2. Darah yang di pompa dari bilik kanan jantung menuju paru-paru melepaskanCO2 dan mengambil O2 dibawa menuju serambi kiri.

3. O2 dari serambi kiri disalurkan ke bilik kiri

4. Dari bilik kiri O2 dibawa keseluruh tubuh oleh sel darah merah untuk  pembakaran (oksidasi)

5. Peredaran darah besar yaitu peredaran darah yang berasal dari jantungmembawa oksigen dan sari makanan ke seluruh tubuh dan kembali ke jantungmembawa karbondioksida.

6. Peredaran darah kecil yaitu peredaran darah dari jantung membawakarbondioksida menuju paru-paru untuk dilepas dan mengambil oksigendibawa ke jantung.

               Jadi kesimpulannya, fungsi darah adalah:

  • Mengedarkan sari-sari makanan keseluruh tubuh
  • Mengedarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh
  • Mengangkut karbondioksida ke paru-paru
  • Mengedarkan hormone
  1. E.     PATOFISIOLOGI
    1. Meningkatnya mobilitas dan cepatnya pengosongan pada intestinal yang merupakan bagian dari gangguan absobsi dan eksresi cairan dan elektroolit yang  berlebihan.
    2. Cairan, sodium, potasium dan bikarbonet berpindah dari rongga ekstraseluler ke dalam tinja, sehingga mengakibatkan dehidrasi kekurangan elektrolit dan akibat nya dapat terjadi asidosisi metabolik

Proses Terjadinya Diare :

  1. Transopr aktif akibat rangsangan dari toksin bakteri terhadap elektrolit kedalam usus halus. Sel dalam mukosa intestinal mengalami iritasi dan meningkatnya sekresi cairan dan elektrolit. Mikroorganisme yang masuk akan merusuk sel mukosa instestinal dan terjadi gangguan absobsi cairan dan elektrolit
  2. Peradangan akan menurunkan kemampuan intestinal untuk mengabsorbsi cairan dan elektrolit dan bahan makanan. Ini terjadi pada sidrom malabsorbsi
  3. Meningkatnya mobilitis intestinal dapa mengabitkan gangguan absobsi intestinal
  1. F.     KOMPLIKASI
    1. Dehidrasi
    2. Hipokalemia
    3. Hipokalsemia
    4. Cardiak dyshytmias akibat hipokalemi dan hipokalsemi
    5. Hiponatremia
    6. Syok hipovolemik
    7. Asidosis

 

  1. G.    Pemeriksaan diagnostik
    1. Riwayat alergi pada obat obatan atau makanan
    2. Kultu tinja
    3. Pemeriksaan elektrolit, BUN, creatinie dan glukosa
    4. Pemeriksaan tinja :PH,  leukosit glukosa dan adanya darah

 

  1. H.    Penatalaksanaan Terapetik
    1. Penatalaksanaan fokus pada penyebab
    2. Pemberian cairan dan elektrolit  oral, (seperti : pedialyte atau oralit) atau terapoi parental
    3. Pada bayi, pemberian ASI diteruskan jika penyebabnya bukan dari ASI
  1. I.       Cara Mencegah Diare Pada Anak Dan Balita
    1. Berikan air susu ibu sampai bayi  berusia 6 bulan
    2. Setelah berumur 6 bulan, selain ASI berikan juga makan pendamping ASI berikan secara bertahap dalam jumlah maupun kelembutannya
    3. Masaklah air yang untuk di  minum sampai mendidih
    4. Biasakan mencucui tangan menggunakansabun dan air bersihyang mengalir sebelummenyiapkan makanan si bayi dan balita
    5. Biasakan mencuci alat makanan dngan sabun dan air bersihserta mebilas dengan air matang sebelum dipakai
    6. Biasakan buang air besar di WC
    7. Biasakan buang sampahpada tempatnya
    8. Membuang air limbah rumah tangga pada saluran pembuangan limbah yang telah disediakan
    9. Hindari menghaluskan makanan bayu memeakai mulut orang tua seperti yang banyak terjadi diprovinsi Indonesia
    10. Jangan biasakan anak bermain di tempat kotor
    11. Tutup makanan dan minuman lalu letakkan ditempat yang aman

 ASUHAN KEPERAWATAN SECARA TEORITIS

  1. A.    Pengkajian
  • Kaji riwayat diare ( sekarang, dahulu, keluarga)
  • Kaji status hidrasi : ubun ubun, turgor kulit, mata, membrane, mukosa mulut
  • Kaji tinja : jumlah, warna, bau, konsistensi dan buang air besar
  • Kaji intake dan output ( pemasukan dan pengeluaran )
  • Kaji berat badan
  • Kaji tingkat aktivitas anak
  • Kaji tanda tanda vita

B. Diagnosa Keperawatan

v  Kurangnya volume cairan b/d sering buang air besar dan encer

v  Risiko gangguan integrasi kulit b/d seringnya buang air besar

v  Risiko infeksi pada orang lain b/d terinfeksi kuman diare atau kurangnya pengetahuan tentang pencegahan penyebaran penyakit

v  Pemenuhan nutrisi yang kurang dari kubutuhan tubuh b/d menurunnya intake dan menurunnya absorbs mekanan dan cairan

v  Kurangnya pengetahuan yang b/d perawatan anak

v  Cemas dan takut pada anak atau orang tua b/d hospitalisasi dan kondisi sakit

 

C.    Intervensi

  • Berikan cairan oral dan parenteral sesuai dengan program rehidrasi Pantau intake dan output.

Rasional : Sebagai upaya rehidrasi untuk mengganti cairan yang keluar bersama feses.Memberikan informasi status keseimbangan cairan untuk menetapkan kebutuhan cairan pengganti

  • Kaji tanda vital, tanda/gejala dehidrasi dan hasil pemeriksaan laboratorium

Rasional : Menilai status hidrasi, elektrolit dan keseimbangan asam basa

  • Bantu pelaksanaan pemberian makanan sesuai dengan program diet

Rasional : Memenuhi kebutuhan nutrisi klien

  • Atur posisi yang nyaman bagi klien, misalnya dengan lutut fleksi.

Rasional : Menurunkan tegangan permukaan abdomen dan mengurangi nyeri

  • Lakukan aktivitas pengalihan untuk memberikan rasa nyaman seperti masase punggung dan kompres hangat abdomen

Rasionalnya : Meningkatkan relaksasi, mengalihkan fokus perhatian kliendan meningkatkan kemampuan koping

  • Bersihkan area anorektal dengan sabun ringan dan airsetelah defekasi dan berikan perawatan kulit

Rasionalnya : Melindungi kulit dari keasaman feses, mencegah iritasi

  • Dorong keluarga klien untuk membicarakan kecemasan dan berikan umpan balik tentang mekanisme koping yang tepat.

Rasionalnya : Membantu mengidentifikasi penyebab kecemasan dan alternatif pemecahan masalah

  • Ciptakan lingkungan yang tenang, tunjukkan sikap ramah tamah dan tulus dalam membantu klien.

Rasionalnya : Mengurangi rangsang eksternal yang dapat memicu peningkatan kecemasan

  • Anjurkan pada keluarga untuk selalu mengunjungi klien dan berpartisipasi dalam perawatn yang dilakukan

Rasionalnya : Mencegah stres yang berhubungan dengan perpisahan

  • Berikan sentuhan dan berbicara pada anak sesering mungkin

Rasionalnya : Memberikan rasa nyaman dan mengurangi stress

  • Kolaborasi pelaksanaan terapi definitive

Rasionalnya : Pemberian obat-obatan secara kausal penting setelah penyebab diare diketahui

D.    Implementasi

  • Meningkatkan hidrasi dan keseimbanga elektrolit

–        Kaji status hindrasi : turgor kulit elastic, membrane mukosa lembab dan ubun ubun

–        Kaji pengeluaran urine : gravitasi urine atau berat jenis urine yang sesuai dengan pengeluaran urine 1-2ml/kg per jam

–        Kaji pemasukan dan engeluaran cairan

–        Monitor tandan tanda vital

–        Pemeriksaan laboratorium sesuai dengan program, elektrolit, Ht, PH dan serum albumin

–        Pemberian obat anti diare dan antibiotic sesuai program

–        Anak diistirahatkan

  • Memepertahankan kebutuhan kulit

–        Kaji kerusakan kulit atau iritasi setiap buang ai besar

–        Gunakan kapas lembab dan sabun bayu untuk membersihkan anus setiap buang air besar

–        Hindari pakaian atau oengalas tempat tidur yang lembab

–        Ganti popok / kaian apabila lembab atau basah

–        Gunakan obar cream bila perlu untuk perawatan perineal

  • Mengurangi pencegahan penyebaran infeksi

–        Ajarkan cara mencuci tangan yang benar pada orang tua dan pengunjung

–        Segera bersihkan danangkat bekas buang air besar dan tempatkan di tempat yang khusus

–        Tempatkan p[ada ruangan yang khusus

  • Meningkatkan kebutuhan nutrisi yang optimum

–        Timbang berat bedan anak setiap hari

–        Monitor intake dan output

–        Setelah rehidrasi, berikan minuman oral dengan sering dan makan sesuai dengan diit d, usia dan berat badan anak

–        Hindari minuman buah buahan

–        Lakukan kebersihan mulut setiap hari

  • Meningkatkan pengetahuan orang tua

–        Kaji tingkat pemahaman orang tua

–        Ajarkan tentang prinsip dii dan control diare

–        Ajarkan pada orang tua tentang pentingnya cuci tangan untuk menghindari kontaminasi

–        Jelaskan tentang penyakit, perawatan dan pengobatan

–        Jelaskan pentingnya kebersihan

E.     Evaluasi

  1. Buang air besar kembali normal
  2. Tidak adanya didapatkan tanda tanda dehidrasi
  3. Berat badan kembalinormal
  4. Saluran perkemihan kembali lancer
  5. Nafsu makan meningkat
  6. Anak tidak rewel

 

BAB III

PENUTUP

I.     KESIMPULAN

      Diare Infeksius adalah suatu keadaan dimana anak sering buang air besar dengan tinja  yang encer sebagai akibat dari suatu infeksi.

      Diare adalah kehilangan cairan atau elektrolit secara berlebihan yang erjadi krna frekuebsi satu kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang encer atau cair.

 

II.    SARAN / KRITIK

 Apabila kita memiliki anak / keluarga yang diare maka  biasakan memasak air yang untuk di minum sampai mendidih, biasakan mencucui tangan menggunakan sabun dan air bersihyang mengalir sebelum menyiapkan makanan si bayi dan balita, biasakan mencuci alat makanan dngan sabun dan air bersihserta mebilas dengan air matang sebelum dipakai  dan jangan biarkan anak bermain di tempat kotor

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Dian F.2010. “Asuhan Keperawatan Anak Dengan Gangguan Diare”. (Http: Natajutena.Blogspot.Com 13/11/2011)

Suparyanto, M.Kes.2010. “Asuhan Keperawatan Pada Anak”.(http:Intech. blogspot.com 19/05/2011)

Suriadi, Skp. MSN & Rita Yuliani, Skp. M.Psi. (2010) ”Asuhan Keperawatan Pada Anak” , Edisi 2.  Jakarta : EGC

Doenges, M. E., Moorhouse, M. F. & Geissler, A. C. (2000) “Rencana Asuhan Keperawatan”, Jakarta : EGC.

Brunner & Suddart (2002) “Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah”, Jakarta : AGC.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s