Aside

Image

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kita ucapkan kepada Allah SWT, berkat rahmat dan karunia_Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah Keperawatan Anak ini.

Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dan keluarga yang membantu memberikan semangat dan dorongan demi terwujudnya karya ini, yaitu makalah Keperawatan Anak ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yaitu Ns. Siti Aisyah Nur, S.Kepyang telah  membantu kami, sehingga kami merasa lebih ringan dan lebih mudah menulis makalah ini. Atas bimbingan yang telah berikan, kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang juga membantu kami dalam penyelesaian makalah ini.

Kami menyadari bahwa teknik penyusunan dan materi yang kami sajikan masih kurang sempurna. Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang mendukung dengan tujuan untuk menyempurnakan makalah ini.

Dan kami berharap, semoga makalah ini dapat di manfaatkan sebaik mungkin, baik itu bagi diri sendiri maupun yang membaca makalah ini.

Padang,   Oktober 2012

Penuli

BAB I

PENDAHULUAN

 

       I.   Latar belakang

Morbili merupakan penyakit yang sangat menular terutama menyerang anak-anak, walaupun pada beberapa kasus juga dapat menyerang orang dewasa. Pada anak-anak dengan keadaan gizi buruk ditemukan kejadian campak dengan komplikasi yang fatal atau berpotensi menyebabkan kematian. Morbili penyakit menular akut yang disebabkan virus Campak/ Rubella.

Morbili adalah penyakit infeksi menular yang ditandai dengan 3 stadium yaitu stadium kataral, stadium erupsi dan stadium konvalesensi. Penularan terjadi secara droplet dan kontak langsung dengan pasien.Virus ini terdapat dalam darah, air seni, dan cairan pada tenggorokan. Itulah yang membuat campak ditularkan melalui pernapasan, percikan cairan hidung ataupun ludah

    II.    Tujuan

  1. 1.      Tujuan Umum
    1. Mempelajari asuhan keperawatan pada anak dengan Morbili
  2. Tujuan Khusus
    1. Mampu melakukan pengkajian asuhan keperawatan pada anak dengan Morbili
    2. Mampu melakukan  intervensi asuhan keperawatan pada anak dengan Morbili
    3. Mampu melakukan tindakan asuhan keperawatan pada anak dengan Morbili
    4. Mampu melakukan evaluasi asuhan keperawatan pada anak dengan Morbili

 III.      Manfaat

a.    Instansi

Dapat digunakan sebagai sumber informasi bagi instansi dalam meningkatkan mutu    pendidikan pada masa yang akan datang

  1. Klien dan Keluarga

Klien dan keluarga diberi penjelasan tentang pentingnya pengobatan dan perawatan untuk mencapai penyembuhan

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

I.        TINJAUAN TEORITIS
A.    DEFENISI

Morbili adalah penyakit menular akut yang disebabkan virus Campak/ Rubella. Morbili adalah penyakit infeksi menular yang ditandai dengan 3 stadium yaitu stadium kataral, stadium erupsi dan stadium konvalesensi.

Penyakit infeksi virus ynag harus yang ditandai oleh tiga stadium yaitu : stadium kataral, stadium erupsi dan stadium konvelansi.

Morbili merupakan penyakit yang sangat menular terutama menyeranganak-anak, walaupun pada beberapa kasus juga dapat menyerang orang dewasa. Pada anak-anak dengan keadaan gizi buruk ditemukan kejadian morbili dengan komplikasi yang fatal atau berpotensi menyebabkan kematian.

B.     Etiologi

  1. Morbili adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Rubella, oleh karena itu morbili juga sering disebut Demam Rubella. Virus penyebab morbili ini biasanya hidup pada daerah tenggorokan dan saluran pernapasan.
  2. Virus morbili dapat hidup dan berkembang biak pada selaput lendir tenggorokan, hidung dan saluran pernapasan. Anak yang terinfeksi oleh virus morbili dapat menularkan virus ini kepada lingkungannya, terutama orang-orang yang tinggal serumah dengan penderita. Pada saat anak yang terinfeksi bersin atau batuk, virus juga dibatukkan dan terbawa oleh udara. Anak dan orang lain yang belum mendapatkan imunisasi morbili, akan mudah sekali terinfeksi jika menghirup udara pernapasan yang mengandung virus.
  3. Penularan virus juga dapat terjadi jika anak memegang atau memasukkan tangannya yang terkontaminasi dengan virus ke dalam hidung atau mulut. Biasanya virus dapat ditularkan 4 hari sebelum ruam timbul sampai 4 hari setelah ruam pertama kali timbul.
  4. Masa inkubasi selama 10 – 20 hari

C.    Manifestasi klinis

  1.  Stadium prodromal

Demam, malaise, batuk, konjungtivis, koriza, terdapat bercak komplit berwarna putih kelabu sebesar ujung jarum dikelilingi oleh eritema, terletak dimukosa bukalis berhadapan dengan molar bawah, timbul dua hari sebelum munculnya rash.

Satadium ini berlangsung selama 4-5 hari.

  1. Stadium erupsi

Koriza dan batuk batuk bertambah, terjadi eritmia yang berbentuk mukola papula disertai meningkatnya suhu badan.

Mula mula eritmamuncul dibelakang telinga, dibagian atas leteral tengkuk, sepanjang rambut dan bagian belakang bawah. Kadang kadang terdapat perdarahan ringan dibawah kulit,  pembesaran kelejar getah bening disudut mandibula dan diarah belakang leher

  1. Stadium konvalensi

Erupsi berkurang dan meninggalkan bekasyang berwarna yang lebih (hiperpigmentasi) yang akan menghilang dengan sendirinya. Dan diikitu oleh gejala anorexia, malaise, dan limfadenopati

D.    Patofisologi

Sebagai reaksi terhadap virus maka terjadi aksudat yang serius dan poliperasi sel monoklues dan beberapa sel polimorfonuklesus di sekitar kapiler. Kelainan ini terdapat pada kulit, selaput lender nasofaring, bronkus dan konjungtifa

E.     Komplikasi

  1. Otitis media
  2. Pneumonia
  3. Bronkiolitis
  4. Ensafalitis
  5. Laringifis obstruksi dang laringotrakhetis

F.      Pemeriksaan diagnostic

  1. Pemeriksaan fisik
  2. Pemeriksaan darah

G.    Penatalaksanaan terapeutik

  1. Pemberian vitamin A
  2. Istirahat baring selama suhu tubuh meningkat, pemberian antipiretik
  3. Pemberian antibiotic pada anak anak yang berisiko tinggi
  4. Pemberian obat batuk dan sedativum

H.    Pengobatan

A. Campak tanpa Penyulit, cukup dengan:

  • •Rawat jalan
  • •Cukup mengkonsumsi cairan dan kalorit

Morbili merupakan suatu penyakit self-limiting, sehingga pengobatannya hanya bersifatsymtomatik, yaitu : memperbaiki keadaan umum, antipiretik bila suhu tinggi parasetamol 7,5 – 10 mg/kgBB/kali, interval 6-8 jam – ekspektoran : gliseril guaiakolat anak 6-12 tahun : 50 – 100mg tiap 2-6 jam, dosis maksimum 600 mg/hari. – Antitusif perlu diberikan bila batuknyahebat/mengganggu, narcotic antitussive (codein) tidak boleh digunakan. – Mukolitik bila perlu – Vitamin terutama vitamin A dan C. Vitamin A pada stadium kataral sangat bermanfaat.

Antibiotic diberikan bila ada infeksi sekunder. Kortikosteroid dosis tinggi biasanya diberikankepada penderita morbili yang mengalami ensefalitis, yaitu:o Hidrokostison 100 – 200 mg/hari selama 3 – 4 hari.o Prednison 2 mg/kgBB/hari untuk jangka waktu 1 minggu.

B. Campak dengan Penyulit :

– Menyingkirkan komplikasi

– Mengobati komplikasi bila ada

– Merujuk ke rumah sakit bila perlu

I.    Pencegahan

  1. Cara yang paling efektif untuk mencegah anak dari penyakit campak adalah denganmemberikan imunisasi campak. Jika setelah mendapat imunisasi, anak terserang campak, maka perjalanan penyakit akan jauh lebih ringan. Imunisasi campak untuk bayi diberikan pada umur 9 bulan. Bisa pula imunisasi campuran, misalnya MMR (measles-mump-rubella), biasanyadiberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun. Disuntikkan padaotot paha atau lengan atas
  2. Selalu menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan anak sebelum makan.Jika anak belum waktunya menerima imunisasi campak, atau karena hal tertentu dokter menunda pemberian imunisasi campak (MMR), sebaiknya anak tidak berdekatan dengan anak lain atauorang lain yang sedang demam

II.            ASUHAN KEPERAWATAN SECARA TEORITIS

A.    Pengkajian

Riwayat keperawatan : riwayat imunisasi, kontak teinteksi dengan orang yang terinfeksi

Kaji tanda tanda demam, koriza, batuk, konjungtiva, bercak komplit,eritema pada bagian belakang telinga, leher dan bagain belakang, tidak nafsu makan, lemah dan lesu

B.     Diagnose Keperawatan

Resiko penyebaran infeksi b/d organism virulen

Idak efektifnya bersihan jalan bersihan jalan nafas b/d adanya batuk

Gangguan integrasi kulit b/d adanya rash

Perubahan nutrisi kurang dari kubutuhan tubuh yab/d intake tidak adekut1

Gangguan aktivitas diversional b/d isolasi dari kelompok sebaya

C.    Intervensi

Libatkan keluarga dalam perawatan serta ajari cara menurunkan suhu tubuh
Rasional : agar keluarga lebih kooperatif dalam terapi

Memberikan kompres dingin / hangat.
Rasional : untuk membantu dalam penurunan suhsu tubuh pada pasien.

Pantau suhu lingkungan, batasi / tambahkan linen tempat tidur sesuai indikasi.
Rasional : suhu ruangan / jumlah selimut harus diubah untuk mempertahankan

Monitor perubahan suhu tubuh
Rasional : untuk mengetahui dan merencanakan intervensi selanjutnya

Berikan banyak minum (sari buah-buahan, sirup yang tidak memakai es).
Rasional : untuk mengkompensasi adanya peningkatan suhu tubuh dan merangsang nafsu makan

Berikan susu porsi sedikit tetapi sering (susu dibuat encer dan tidak terlalu manis, dan berikan susu tersebut dalam keadaan yang hangat ketika diminum).
Rasional : untuk memenuhi kebutuhan nutrisi melalui cairan bernutrisi

Berikan makanan lunak, misalnya bubur yang memakai kuah, sup atau bubur santan memakai gula dengan porsi sedikir tetapi dengan kuantitas yang sering.
Rasional : untuk memudahkan mencerna makanan dan meningkatkan asupan makanan

Berikan nasi TKTP, jika suhu tubuh sudah turun dan nafsu makan mulai membaik.
Rasional : untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh setelah sakit.

Kolaborasi medis untuk pemberian terapi antipiretik.
Rasional : antipiretik bekerja untuk menurunkan adanya kenaikan suhu tubuh.
suhu tubuh agar tetap normal.

D.    Implementasi

Mencegah peluasan infeksi

–        Tempatkan anak pada tuangan khusus

–        Pertahankan isolasi yang ketat di rumah sakit

–        Gunakan prosedur perlindungan infeksi jika memerlukan kontak dengan anak

–        Pertahankan istirahat selama periode prodromal

–        Berikan antibiotic sesuai dengan order

Mempertahankan pola napas yang efektif

–        Mengkaji ulang status pernapasan yang efektif

–        Mengkanji ulang tanda tanda vital

–        Memberikan tidur semi fawler

–        Bantu klien untuk melakukan aktivitas sehari hari

–        Menganjurka anak untuk banyak minum

–        Berikan oksigen sesuai indikasi

–        Membrikan obat yang dapat meningkatkan jalannya napas

Mempertahankan integritas kulit

–        Mempertahankan kuku anak tetap pendek

–        Menganjurkan kepada anak agar tidak mengaruk  rash

–        Mandikan klien menggunakan sabun  yang lembut untuk mencegah infeksi

–        Jika terdapat fotofobia, maka berikan bola lampu yang tidak terlalu terang di kamr klien

–        Membersihkan air mata dengan air hangat untuk mengangkat secret dan krusta dan menjelaskan kepada klien untuk tidak mengusap mata

Pertahankan kebutuhan nutrisi

–        Kaji ketidak mampuan anak untuk makan

–        Ijinkan anak untuk merasakan makanan yang dapat ditoleransi untuk memperbaiki kwalitas gizi pada saat nafsu makan anak bertambah

–        Pertahankan kebersihan anak

–        Kaji berat badan anak setiap hari dan waktu yang sama

–        Menganjurkan pada orang tua memberikan porsimakanan yang sedikit, tapi sering

–        Berikan makanan yang disertai dengan sliplemen nutrisis untuk meningkatkan kualitas intake nutrisi

Mempertahankan kebutuhan aktifitas sesuai dengan usia dan tugas perkemangan

–        Berika aktivitas ringan sesuai dengan usia anak (permainan , keterampilan tangan atau dengan menonton TV)

–        Berikan makanan yang menarik agar memberikan stimulus pada anak

–        Melibatkan anak untuk mengatur jadwal harian dan memilih aktifitas yang diinginkan

–        Mengizinkan anak untuk mengerjakan tugas sekolah di rumah sakit dan berhhubungan dengan teman teman dirumah lewat telephon jika memungkinkan

  1. D.    Evaluasi
    1. Perluasan infeksi tidak terjadi
    2. Anak menunjukkan pola nafas efektif
    3. Anak dapat mempertahankan integrasi kulit
    4. Anak menunjukan terpenuhi tanda tanda kebutuhan nutrisi
    5. Anak dapat melakukan aktifitas sesuai dengan usia


BAB III

PENUTUP

       I.            Kasimpulan

Morbili merupakan penyakit yang sangat menular terutama menyerang anak-anak, walaupun pada beberapa kasus juga dapat menyerang orang dewasa. Pada anak-anak dengan keadaan gizi buruk ditemukan kejadian campak dengan komplikasi yang fatal atau berpotensi menyebabkan kematian. Morbili penyakit menular akut yang disebabkan virus Campak/ Rubella.

Morbili adalah penyakit infeksi menular yang ditandai dengan 3 stadium yaitu stadium kataral, stadium erupsi dan stadium konvalesensi. Penularan terjadi secara droplet dan kontak langsung dengan pasien.Virus ini terdapat dalam darah, air seni, dan cairan pada tenggorokan. Itulah yang membuat campak ditularkan melalui pernapasan, percikan cairan hidung ataupun ludah

 

    II.            Saran

Apabila kita mempunyai keluarga yang terdapat tanda tanda tetanus, maka segeralah di bawa ke pelayanan kesehatan terdekat sebelum terlambat

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Suparyanto, M.Kes.2010. “asuhan keperawatan dengan gangguan morbili”.(http:Intech.

blogspot.com 25/10/2011)

Doenges, M. E., Moorhouse, M. F. & Geissler, A. C. (2000) “Rencana Asuhan Keperawatan”, Jakarta : EGC.

Stephen S. tetanus edited by.Behrman, dkk. Dalam Ilmu Kesehatan Anak Nelson Hal.1004-07. Edisi 15-Jakarta : EGC, 2000

Suparyanto, M.Kes.2010. “campak pada anak”.(http:kompas.,blogspot.com 9/05/2011)

Suriadi, Skp. MSN & Rita Yuliani, Skp. M.Psi. (2010) ”Asuhan Keperawatan Pada Anak” , Edisi 2.  Jakarta

 

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN GANGGUAN MORBILI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s