ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN GANGGUAN DHF

Standard

Image

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita ucapkan kepada Allah SWT, berkat rahmat dan karunia_Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah Keperawatan Anak ini.

Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dan keluarga yang membantu memberikan semangat dan dorongan demi terwujudnya karya ini, yaitu makalah Keperawatan Anak ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yaitu Ns. Siti Aisyah Nur, S.Kepyang telah  membantu kami, sehingga kami merasa lebih ringan dan lebih mudah menulis makalah ini. Atas bimbingan yang telah berikan, kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang juga membantu kami dalam penyelesaian makalah ini.

Kami menyadari bahwa teknik penyusunan dan materi yang kami sajikan masih kurang sempurna. Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang mendukung dengan tujuan untuk menyempurnakan makalah ini.

Dan kami berharap, semoga makalah ini dapat di manfaatkan sebaik mungkin, baik itu bagi diri sendiri maupun yang membaca makalah ini.

                                                                                                            Padang,   Oktober 2012

                                                                                                                        Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

 

I.    LATAR BELA KANG

Dengue haemoragi fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkanoleh virus dengue yaitu virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes agypty dan alborictus. DHF terutama menyerang anak remaja dan dewasa serta seringkali menyebabkan kematian bagi penderita.

            Penyakit dangue merupakan penyakit endemic di Indonesia tetapi dalam jarak 5-10 tahun dapat mengakibatkan letusan epidemi. Dengue pertama kali di I ndonesia dicurigai terjangkit di Surabaya pada tahun 1968, tetapi kepastian virologikma baru diperolah pada tahun 1970

            Di Indonesia dipengaruhi oleh musim terhadap demam berdarah dengue tidak begitu jelas, tetapi dalam garis besar dapat dikemukakan bahwa jumlah penderita berkisar pada bulan maret-mei. Secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan antara laki laki dan perempuan tetapi seringkali menyerang perempuandari pada laki laki.

            Penderita DHF yang tidak mendapatkanpengobatan dan perawatan akan menimbulkan dampak seperti perdarahan pada semua organ, ensepalopati dan penurunan kesadaran, maka dari itu sangat diperlukan peran perawat untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah komplikasi yang terjadi.

 

  1. II.    TUJUAN PENULISAN
    1. Tujuan umum

Mahasiswa dapat  memahami asuhan keperawtan anak pada klien DHF (Dengue haemoragi fever)

  1. Tujuan Khusus

Mahasiswa dapat memahami tentang penyakit DHF (Dengue haemoragi fever) itu sendiri

BAB II

PEMBAHASAN

I.    TINJAUAN SECARA TEORITIS

A.    DEFENISI

Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (Christantie Efendy,1995 ).

Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam.

DHF sejenis virus yang tergolong arbo virus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (betina) (Seoparman , 1990).

DHF adalah demam khusus yang dibawa oleh aedes aegypty dan beberapa nyamuk lain yang menyebabkan terjadinya demam. Biasanya dengan cepat menyebar secara efidemik. (Sir,Patrick manson,2001).

Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah suatu penyakit akut yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypty (Seoparman, 1996).

 (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam.

B.     ETIOLOGI

a. Virus dengue sejenis arbovirus.

b. Virus dengue tergolong dalam family Flavividae dan dikenal ada 4 serotif, Dengue 1 dan 2 ditemukan di Irian ketika berlangsungnya perang dunia ke II, sedangkan dengue 3 dan 4 ditemukan pada saat wabah di Filipina tahun 1953-1954.

Virus dengue berbentuk batang, bersifat termoragil, sensitif terhadap in aktivitas oleh diatiter dan natrium diaksikolat, stabil pada suhu 70 oC. Keempat serotif tersebut telah di temukan pula di Indonesia dengan serotif ke 3 merupakan serotif yang paling banyak.

  1. C.    Manifestasi Klinis
    1. Demam tinggi selama 5-7 hari
    2. Perdarahan, terutama perdarahan di bawah kulit : ptechie,ekhimosis, hematoma.
    3. Epistaksis, hematemesis, melena, hematuri
    4. Mual, muntah, tidak ada nafsu makan, diare konstipasi,
    5. Nyeri otot, tulang sendi, abdomen dan ulu hati
    6. Sakit kepala
    7. Pembekakan sekitar mata
    8. Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening
    9. Tanda tanda renjatan (sianosis, kulit lembab dan dingin, tekanan darah menurun, gelisah, capillary refill lebih dari dua detik, nadi cepat dan lemah)
  1. D.    Patofisiologi
    1. Virus akan masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk aedes aegypty dan kemudian akan bereaksi dengan antibody dan terbentuklah kompleks virus-antibody. Dalam sirkulasi akan mengaktivasi system komplemen. Akibat aktivasi C3 dan C5 akan dilepas C3a dan C5a,dua peptida yang berdaya untuk melepaskan histamine dan merupakan mediator kuat sebagai factor meningkatnya permeabilitas dinding pembuluh darah dan menghilangkan plasma melalui endotel dinding itu.
    2. Terjadinya trobositopenia, menurunnya fungsi trombosit dan menurunnya faktor koagulasi (protombin dan fibrinogen) merupakan factor penyebab terjadinya perdarahan hebat , terutama perdarahan saluran gastrointestinal pada DHF.
    3. Yang menentukan beratnya penyakit adalah meningginya permeabilitas dinding pembuluh darah , menurunnya volume plasma , terjadinya hipotensi , trombositopenia dan diathesis hemorrhagic , renjatan terjadi secara akut.
    4. Nilai hematokrit meningkat bersamaan dengan hilangnya plasma melalui endotel dinding pembuluh darah. Dan dengan hilangnya plasma klien mengalami hipovolemik. Apabila tidak diatasi bisa terjadi anoxia jaringan, acidosis metabolic dan kematian.

 

  1. E.     Komplikasi
    1. Perdarahan luas
    2. Shock atau renjatan.
    3. Effuse pleura
    4. Penurunan kesadaran

 
F.     Anatomi fisiologi

Berikut adalah anatomi fisiologi yang berhubungan degan penyakit DHF yang petama adalah sistem sirkulasi.

 Sistem sirkulasi adalah sarana untuk menyalurkan makanan dan oksigen dari traktus distivus dan dari paru-paru ke sela-sela tubuh. Selain itu, sistem sirkulasi merupakan sarana untuk membuang sisa-sisa metabolisme dari sel-sel ke ginjal, paru-paru dan kulit yang merupakan tempat ekskresi sisa-sisa metabolisme. Organ-organ sistem sirkulasi mencakup jantung, pembuluh darah, dan darah.

1. Jantung.

Merupakan organ yang berbentuk kerucut, terletak didalam thorax, diantara paru-paru, agak lebih kearah kiri.

2. Pembuluh Darah

Pembuluh darah ada 3 yaitu:

a. Arteri (Pembuluh Nadi)

Arteri meninggalkan jantung pada ventikel kiri dan kanan. Beberapa pembuluh darah arteri yang penting:

1) Arteri koronaria

Arteri koronaria adalah arteri yang mendarahi dinding jantung

2) Arteri subklavikula

Arteri subklafikula adalah bawah selangka yang bercabang kanan kiri leher dan melewati aksila.

3) Arteri Brachialis

Arteri brachialis adalah arteri yang terdapat pada lengan atas

4) Arteri radialis

Arteri radialis adalah arteri yang teraba pada pangkal ibu jari

5) Arteri karotis

Arteri karotis adalah arteri yang mendarahi kepala dan otak

6) Arteri temporalis

Arteri temporalis adalah arteri yang teraba denyutnya di depan telinga

7) Arteri facialis

Teraba facialis adalah arteri yang denyutan disudut kanan bawah

8) Arteri femoralis

Arteri femorais adalah arteri yang berjalan kebawah menyusuri paha menuju ke belakang lutut 8

9) Arteri Tibia

Arteri tibia adalah arteri yang terdapat pada kaki

10) Arteri Pulmonalis

Arteri pulmonalis adalah arteri yang menuju ke paru-paru.

b. Kapiler

Kapiler adalah pembuluh darah yang sangat kecil yang teraba dari cabang terhalus dari arteri sehingga tidak tampak kecuali dari bawah mikroskop. Kapiler membentuk anyaman di seluruh jaringan tubuh, kapiler selanjutnya bertemu satu dengan yang lain menjadi darah yang lebih besar yang disebut vena

c. Vena (pembuluh darah balik)

Vena membawa darah kotor kembali ke jantung.

Beberapa vena yang penting:

1) Vena Cava Superior.

Vena balik yang memasuki atrium kanan, membawa darah kotor dari daerah kepala, thorax, dan ekstremitas atas.

2) Vena Cava Inferior

Vena yang mengembalikan darah kotor ke jantung dari semua organ tubuh bagian bawah.

3) Vena jugularis

Vena yang mengembalikan darah kotor dari otak ke jantung

4) Vena pulmonalis

yang mengembalikan darah kotor ke jantung Vena dari paru-paru. 9

3. Darah

Beberapa pengertian darah menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut :

Darah adalah jaringan cair dan terdiri atas dua bagian: bagian cair yang disebut plasma dan bagian padat yang disebut sel darah (Evelyn.P, 2002). Darah adalah suatu jaringan tubuh yang terdapat didalam pembuluh darah yang berwarna merah (Syaifudin, 1997). Darah adalah suatu cairan kental yang terdiri dari sel-sel dan plasma (Guyton, 1992).

Jadi darah adalah jaringan cair yang terdapat dalam pembuluh darah yang berwarna merah yang cair disebut plasma dan yang padat di sebut sel darah yang befungsi sabagai transfer makanan bagi sel.

Volume darah pada tubuh yang sehat / organ dewasa terdapat darah kira-kira 1/13 dari berat badan atau kira-kira 4-5 liter. Keadaan jumlah tersebut pada tiap orang tidak sama tergantung pada umur, pekerjaan, keadaan jantung atau pembuluh darah.

Tekanan viskositas atau kekentalan dari pada darah lebih kental dari pada air yaitu mempunyai berat jenis 1.041 – 1.067 dengan temperatur 380C dan PH 7.37 – 1.45

Fungsi Darah Secara Umum Terdiri Dari:

a. Sebagai Alat Pengangkut

1) Mengambil O2 atau zat pembakaran dari paru-paru untuk diedarkan keseluruh jaringan tubuh.

2) Mengangkut CO2 dari jaringan untuk dikeluarkan melalui paru-paru.

3) Mengambil zat-zat makanan dari usus halus untuk diedarkan dan dibagikan ke seluruh jaringan/alat tubuh.

4) Mengangkat atau mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh untuk dikeluarkan melalui kulit dan ginjal.

b. Sebagai pertahanan tubuh terhadap serangan bibit penyakit dan racun yang akan membinasakan tubuh dengan perantara leukosit, antibody atau zat-zat anti racun.

c. Menyebarkan panas keseluruh tubuh.

Fungsi khususnya lebih lanjut di terangkan lebih banyak di struktur atau bagian dari masing-masing sel darah dan plasma darah.

Adapun proses pembentukan sel darah (hemopoesis) terdapat tiga tempat, yaitu: sumsum tulang, hepar dan limpa.

a. Sumsum Tulang

Susunan tulang yang aktif dalam proses hemopoesis adalah:

1) Tulang Vertebrae

Vertebrae merupakan serangkaian tulang kecil yang tidak teratur bentuknya dan saling berhubungan, sehingga tulang belakang mampu melaksanakan fungsinya sebagai pendukung dan penopang tubuh. Tubuh manusia mempunyai 33 vertebrae, tiap vertebrae mempunyai korpus (badan ruas tulang belakang) terbentuk kotak dan terletak di depan dan menyangga. Bagian yang menjorok dari korpus di belakang disebut arkus neoralis (Lengkung Neoral) yang dilewati medulla spinalis, yang membawa serabut dari otak ke semua bagian tubuh. Pada arkus terdapat bagian yang menonjol pada vertebrae dan dilekati oleh otot-otot yang menggerakkan tulang belakang yang dinamakan prosesus spinosus.

2) Sternum (tulang dada)

Sternum adalah tulang dada. Tulang dada sebagai pelekat tulang kosta dan klavikula. Sternum terdiri dari manubrium sterni, corpus sterni, dan processus xipoideus.

3) Costa (Tulang Iga)

Costa terdapat 12 pasang, 7 pasang Costa vertebio sterno, 3 pasang costa vertebio condralis dan 2 pasang costa fluktuantes.

Costa dibagian posterior tubuh melekat pada tulang vertebrae dan di bagian anterior melekat pada tulang sternum, baik secara langsung maupun tidak langsung, bahkan ada yang sama sekali tidak melekat.

b. Hepar

Hepar merupakan kelenjar terbesar dari beberapa kelenjar pada tubuh manusia. Organ ini terletak di bagian kanan atas abdomen di bawah diafragma, kelenjar ini terdiri dari 2 lobus yaitu lobus dextra dan ductus hepatikus sinestra, keduanya bertemu membentuk ductus hepatikus comunis. Ductus hepaticus comunis menyatu dengan ductus sistikus membentuk ductus coledakus.

c. Limpa

Limpa terletak dibagian kiri atas abdomen, limpa terbentuk setengah bulan berwarna kemerahan, limpa adalah organ berkapsula dengan berat normal 100 – 150 gram. Limpa mempunyai 2 fungsi sebagai organ limfaed dan memfagosit material tertentu dalam sirkulasi darah. Limpa juga berfungsi menghancurkan sel darah merah yang rusak.

 
F.     Cara pencegahan

    1. Untuk mencegah dhf, nyamuk penularannya harus diberantas, sebab vaksin untuk mencegahnya belum ada
    2. Untuk mengatasinya maka jentik jentiknya harus diberantas atau sarang sarangnya hrus diberantas
    3. Lkarena tempat perkebangannya biasa di rumah rumah dan tempat tempat umum, maka setiap keluarga harus melaksanakan PSN-DBD

    G.    Klasifikasi

a. Derajat I :

Demam disertai gejala klinis lain atau perdarahan spontan, uji turniket positi, trombositopeni dan hemokonsentrasi.

b. Derajat II :

Manifestasi klinik pada derajat I dengan manifestasi perdarahan spontan di bawah kulit seperti peteki, hematoma dan perdarahan dari lain tempat.

c. Derajat III :

Manifestasi klinik pada derajat II ditambah dengan ditemukan manifestasi kegagalan system sirkulasi berupa nadi yang cepat dan lemah, hipotensi dengan kulit yang lembab, dingin dan penderita gelisah.

d. Derajat IV :

Manifestasi klinik pada penderita derajat III ditambah dengan ditemukan manifestasi renjatan yang berat dengan ditandai tensi tak terukur dan nadi tak teraba.

H.    Penatalaksanaan penyakit

a. Tirah baring

b. Pemberian makanan lunak .

c. Pemberian cairan melalui infus.

Pemberian cairan intra vena (biasanya ringer lactat, nacl) ringer lactate

merupakan cairan intra vena yang paling sering digunakan , mengandung Na + 130 mEq/liter , K+ 4 mEq/liter, korekter basa 28 mEq/liter , Cl 109 mEq/liter dan Ca = 3 mEq/liter.

d. Pemberian obat-obatan : antibiotic, antipiretik,

e. Anti konvulsi jika terjadi kejang

f. Monitor tanda-tanda vital ( T,S,N,RR).

g. Monitor adanya tanda-tanda renjatan

h. Monitor tanda-tanda perdarahan lebih lanjut

i. Periksa HB,HT, dan Trombosit setiap hari.

 

I.  Pemeriksaan diagnostic

a. Darah

1) Trombosit menurun.

2) HB meningkat lebih 20 %

3) HT meningkat lebih 20 %

4) Leukosit menurun pada hari ke 2 dan ke 3

5) Protein darah rendah

6) Ureum PH bisa meningkat

7) NA dan CL rendah

b. Serology : HI (hemaglutination inhibition test).

1) Rontgen thorax : Efusi pleura.

2) Uji test tourniket (+)

  1. II.            ASUHAN KEPERAWATAN SECARA TEORITIS
    A.    Pengkajian

      Kaji riwayat keperawatan

      Kaji adanya peningkatan suhu tubuh, tanda tanda perdarahan, mual muntah, tidak nafsu makan, nyeru ulu hari, nyeri otot dan sendi, tanda tanda renjatan(denyut nadi cepat dan lemah), hipotensi, kulit dingin lembab, terutama pada ekstemitas, sianosis, gelisah dan penurunan kesadaran

B.     Diagnose Keperawatan

     Kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler, perdarahan, muntah dan demam.

     Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi virus dengue.

     Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah, tidak ada nafsu makan.

     Kurang pengetahuan keluarga tentang proses penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi

     Resiko terjadinya perdarahan berhubungan dengan trombositopenia.

     Shock hipovolemik berhubungan dengan perdarahan

C.    Intervensi

      Awasi tanda tanda vital dan bandingan dengan keadann normal pasien sebelumnya

Rasionalnya : perubahan tekanan darah dan nadi dapat digunakan untuk

perkiraan kasar

      Berikan cairan / darah sesuai indikasi

Rasionalnya : penggantian cairan tergantung pada derajat hipovalemia dan

dan lamanya perdarahan

      Catat intake dan output

Rasionalnya : mengukur masukan dan pengeluaran dapat melihat deficit

      Kaji pasien adanya nyeri tekanan bila batuk

Rasionalnya : sokong terhadap dada dan otok abdominal membuat batuk lebih efektif

      Awasi pemasukan diit / jumlah kalori, berikan makanan sedikit tapi dengan frekuensi sering

Rasionalnya : makan banyak sulit mengatsi bila pasien anoreksian

      Anjurkan makan dalm posisi duduk tegak

Rasionalnya : merunkan rasa penuh pada abdomen dan dapa meningkatkan pemasukan

      Kaji saat terjadinya demam

Rasionalnya : untuk mengkaji pola demam klien

      Berikan kompres dingin pada saat panas

Rasionalnya : kompres akan membantu menurunkan suhu tubuh

D.    Implementasi

      Mencegah terjadinya kekurangan volume cairan

  • Mengabsobsi tanda tanda fital paling sedikit setiap 4 ajm
  • Monitor tanda tanda kekurangan cairan : turgor tidak elastis, ubun ubun cekung, dan produksi urine menurun
  • Absobsi intake dan output
  • Monitor nilai laboratorium : elektrolit darah, bj urin, dan serum ulbumin
  • Monitor catatan berat badan

      Perfusi jaringan yang adekuat

  • Mengkaji dan mencatat tanda tanda fital
  • Mengkaji dan mencatat sirkulasi pada ekxtremitas
  • Menilai kemungkinan terjadinya kematian jaringan pada ekxtremitas seperti dingin, nyeri dan kaki membengkak

      Kebutuhan nutrisi adekuat

  • Ijinkan anak memakan makanan yang dapat ditoleransi anak
  • Berikan makanan dengan suplei nutrisi agar nutrisi tercapai
  • Menimbang berat badan setiap hari dengan waktu yang sama
  • Mempertahankan kebersihan mulut pasien

      Suport kuping keluarga adaptif

  • Mengkaji perasaan dan persepsi orang tua atau anggota keluarga terhadap stimulasi stress
  • Ijinkan keluarga untuk memberika suport panjang lebar
  • Identifikasi koping yang biasa digunakan dalam mengatasi keadaan
  • Tanya pada keluarga apa yang bisa membuat anak merasa lebih baik

      Mempertahnankan susu tubuh normal

  • Ukur tanda tanda vital suhu
  • Ajarkan keluarga dalam pengukluran suhu
  • Tingkatkan ntak ecairan
  • Berika terapi untuk menurunkan suhu
  • Lakukan tepid sponge (dengan air biasa )

E.     Evaluasi

v  Suhu tubuh dalam batas normal.

v  Intake dan out put kembali normal / seimbang.

v  Pemenuhan nutrisi yang adekuat.

v  Perdarahan tidak terjadi / teratasi.

v  Pengetahuan keluarga bertambah.

v  Shock hopovolemik teratasi

BAB III

PENUTUP

I.    KESIMPULAN

Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah suatu penyakit akut yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypty (Seoparman, 1996).

(DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam.

Cara pencegahan :

  1. Untuk mencegah dhf, nyamuk penularannya harus diberantas, sebab vaksin untuk mencegahnya belum ada
  2. Untuk mengatasinya maka jentik jentiknya harus diberantas atau sarang sarangnya hrus diberantas
  3. karena tempat perkebangannya biasa di rumah rumah dan tempat tempat umum, maka setiap keluarga harus melaksanakan PSN-DBD

 
II.    SARAN

  1.       apabila kita memiliki keluarga yang panas, hal yang terpenting dilakukan adalah memberikan perhatian secara sungguh sungguh. Kemudian mengamati aspek yang berkaitan dengan panasnya maupun hal yang mnyertainya dan apabila ditemuai tanda tanda dengue, maka segeralah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat segingga penangannya tidak sampai terlambat

DAFTAR ISI

Suriadi, Skp. MSN & Rita Yuliani, Skp. M.Psi. (2010) ”Asuhan Keperawatan Pada Anak” , Edisi 2.  Jakarta

Doenges, M. E., Moorhouse, M. F. & Geissler, A. C. (2000) “Rencana Asuhan Keperawatan”, Jakarta : EGC.

Brunner & Suddart (2002) “Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah”, Jakarta : AGC.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s