ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN KARSINOMA HEPAR

Standard

Image

 

BAB I

PENDAHULUAN

          A.Latar Belakang

            International Agency for cancer Research, GLOBOCAN 2002, menyebutkan ca hepar atau yang lebih dikenal dengan kanker hati adalah enam dari kanker paling umum yang ditemukan di seluruh dunia dan merupakan penyebab kematian ketiga akibat kanker secara global.Ca hepar atau Kanker hati merupakan jenis kanker yang sering ditemukan diIndonesia. Kanker hati terjadi apabila sel kanker berkembang pada jaringan hati. Adanya gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini, di antaranya kekurangan berat badan tanpa adanya alasan yang diketahui dan tanpa berusaha untuk mengurangi berat badan,kehilangan selera makan secara berkelanjutan, merasa kenyang setelah makan dalam porsi sedikit, pembengkakan di bagian kanan perut yang berada tepat di bawah tulang rusuk, warna kulit dan mata yang kuning kehijauan, keletihan yang tidak biasanya dan mual.Penyakit ini adalah penyakit yang tidak mengenal umur. Selain itu, masalah penyakit kanker hati ini sangat erat kaitannya dengan penyakit hepatitis B dan hepatitis C. Meningkatnya penderita kanker hati setiap tahunnya ini disebabkan tingginya kasus hepatitis B dan C kronis di Indonesia. Dua penyakit ini penyebab terjadinya kanker hati.Selain itu penyakit ini sulit terdeteksi.Kanker hati (karsinoma hepato seluler) disebabkan adanya infeksi hepatitis Bkronis apabila terjadi dalam jangka waktu lama. Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan virus hepatitis B (VHB) yang menyerang hati. Selain itu hepatitis B dalam jangka waktu lama juga bisa menyebabkan pengerasan hati (sirosis), bahkan dapat menyebabkan kematian.Selanjutnya, fakta menunjukkan bahwa hepatitis B adalah penyebab kematian nomor 10 di dunia. Hingga saat ini, 2 miliar orang terinfeksi di seluruh dunia, dan 350 juta orang berlanjut menjadi pasien dengan infeksi hepatiatis B kronik. Di Indonesia sendiri diperkirakan angka kejadian infeksi hepatitis B kronik mencapai 5-10 persen daritotal jumlah penduduk.

Oleh karena ketertarikan penulis dalam melihat dan mempelajari masalah yang kompleks tersebut, maka penulis memutuskan untuk membuat makalah yang berjudul asuhan keperawatan pada pasien dengan ca hepar atau lebih sering disebut kangker hati.

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

            A.Definisi

          Ca Hepar atau yang biasa disebut kanker hati adalah Tumor ganas primer padahati yang berasal dari sel parenkim atau epitel saluran empedu atau metastase dari tumor  jaringan lainnya dan kanker hati terjadi apabila sel kanker berkembang pada jaringan hati.. Merupakan tumor ganas nomor 2 diseluruh dunia , diasia pasifik terutama Taiwan ,hepatoma menduduki tempat tertinggi dari tomur-tomur ganas lainnya.

            B.Etiologi

            Ca Hepar atau Kanker hati (karsinoma hepatoseluler) disebabkan karena adanya infeksi hepatitis B kronis apabila terjadi dalam jangka waktu lama. Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan virus hepatitis B (VHB) yang menyerang hati. Selain itu hepatitis B dalam jangka waktu lama juga bisa menyebabkan pengerasan hati (sirosis), bahkan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini adalah penyakit yang tidak mengenal umur. Selain itu, masalah penyakit kanker hati ini sangat erat kaitannya dengan penyakit hepatitis B dan hepatitis C.Selain disebabkan oleh Penyakit hepatitis B dan Hepatitis C, Ca Hepar juga disebabkan oleh beberapa faktor lainya seperti Bahan-bahan Hepatokarsinogenik yaitu :

  1. Aflatoksin
  2. Alkoholc.
  3. Penggunaan steroid anabolicd.
  4. Penggunaan and rogen yang berlebihan.
  5. Bahan kontrasepsi oral.
  6. Penimbunan zat besi yang berlebihan dalam hati (Hemochromatosis)

C.Tanda dan gejala

Manifestasi dini penyakit keganasan pada hati mencakup tanda-tanda dan gejala seperti :

  1. Gangguan nutrisi : penurunan berat badan yang baru saja terjadi, kehilangan kekuatan, anoreksia, dan anemia.
  2. Nyeri abdomen
  3. Pembesaran hati yang cepat
  4. Pada pemeriksaan fisik, palpasi teraba permukaan hati yang ireguler
  • Gejala ikterus, terjadi jika saluran empedu yang besar tersumbat oleh tekanan  nodul malignan dalam hilus hati.
  • Acites timbul setelah nodul tersumbat vena porta atau bila jaringan tumor tertanam dalam rongga peritoneal.

D.Patofisiologi

Berdasarkan etiologi dapat dijelaskan bahwa Virus Hepatitis B dan Hepatitis C, Kontak dengan racun kimia tertentu (misalnya : ninil klorida, arsen), Kebiasaan merokok, Kebiasaan minum minuman keras (pengguna alkohol), Aftatoksik atau karsinogen dalam preparat herbal, dan Nitrosamin dapat menyebabkan terjadinya peradangan sel hepar.

Beberapa sel tumbuh kembali dan membentuk nodul yang menyebabkan percabangan pembuluh hepatik dan aliran darah pada porta yang dapat menimbulkan hipertensi portal. Hipertensi portal terjadi akibat meningkatnya resistensi portal dan aliran darah portal karena tranmisi dari tekanan arteri hepatik ke sistem portal. Dapat menimbulkan pemekaran pembuluh vena esofagus, vena rektum superior dan vena kolateral dinding perut. Keadaan ini dapat menimbulkan perdarahan (hematemesis melena). Perdarahan yang bersifat masif dapat menyebabkan anemia, perubahan arsitektur vaskuler hati menyebabkan kongesti vena mesentrika sehingga terjadi penimbunan cairan abnormal dalam perut (acites) menimbulkan masalah kelebihan volume cairan .

Pada waktu yang bersamaan peradangan sel hepar memacu proses regenerasi sel-sel hepar secara terus menerus (fibrogenesis) yang mengakibatkan gangguan kemampuan fungsi hepar yaitu gangguan metabolik protein, yang menyebabkan produksi albumin menurun (hipoalbuminenia), sehingga tidak dapat mempertahankan tekanan osmotik koloid. Tekanan osmotik koloid yang rendah mengakibatkan terjadinya acites dan oedema. Kedua keadaan ini dapat menyebabkan masalah kelebihan volume cairan. Metabolisme protein menghasilkan produk sampingan berupa amonia bila kadarnya meningkat dalam darah dapat menimbulkan kerusakan saraf pusat (SSP) yang dapat menimbulkan rangsangan mual dan ensefalopati hepatik.

Kerusakan sel hepar juga mempengaruhi terganggunya metabolisme karbohidrat. Sel hati tidak mampu menyimpan glikogen sedangkan pemakaian tetap bahkan meningkat akibat proses radang, menyebabkan depot glikogen di hati menurun. Kurangnya asupan (perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan) akibat anoreksia menyebabkan turunnya produksi energi sehingga timbul gejala lemas, perasaan sepat lelah yang dapat mengganggu aktivitas. Peradangan hati menyebabkan pembesaran pada hati yang menimbulkan nyari. Nyeri yang tidak dapat ditoleransi menimbulkan penurunan nafsu makan, asupan berkurang menyebabkan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.

 

Berdasarkan sumber lain fatofisiologi Ca. Hepar ada yang menjelaskan bahwa :

 

  1. Hepatoma 75 % berasal dari Sirosis hati yang lama / menahun. Khususnya yang disebabkan oleh alkoholik dan post nekrotik.
  2. Pedoman diagnostik yang paling penting adalah terjadinya kerusakan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Pada penderita sirosis hati yang disertai pembesaran hati mendadak.
  3. Tumor hati yang paling sering adalah metastase tumor ganas dari tempat lain. Matastase ke hati dapat terdeteksi pada lebih dari 50 % kematian akibat kanker. Hal ini benar, khususnya untuk keganasan pada saluran pencernaan, tetapi banyak tumor lain juga memperlihatkan kecenderungan untuk bermestatase ke hati, misalnya kanker payudara, paru-paru, uterus, dan pankreas.
  4. Diagnosa sulit ditentukan, sebab tumor biasanya tidak diketahui sampai penyebaran tumor yang sangat luas, sehingga tidak dapat dilakukan reseksi lokal lagi.

 

E.Klasifikasi

Ca Hepar atau kanker hati dapat digolongkan beberapa type yaitu :

  1. Kanker Hati Primer
  • Cholangio Carcinoma – kanker yang berawal dari saluran empedu
  • Hepatoblastoma – pada umumnya menyerang anak-anak atau anak yang mengalami pubertas
  • Angiosarcoma – kanker yang jarang terjadi, bermula di pembuluh darah yang ada padahati.
  • Hepatoma (HCC) – berawal di hepatosit dan dapat menyebar ke organ yang lain. Laki-laki dua kali lebih rawan terkena penyakit ini dibandingkan wanita.
  1. Kanker Hati Sekunder

Kanker hati sekunder dapat muncul dari kanker hati primer pada organ-organ lain. Tetapi, pada umumnya bersumber dari perut, pankreas, kolon, dan rektum.

 

            F.Prognosis

                        Tumor ganas liver memiliki prognosa yang jelek dapat terjadi perdarahan dan akhirnya kematian. Dan proses ini berlangsung antara 5-6 bulan atau beberapa tahun.

 

            G.Pemeriksaan diagnostik

  1. Laboratorium:

Cek Darah lengkap ; SGOT,SGPT,LDH,CPK, Alfa fetoprotein 500 mg/dl, HbsAg positf dalam serum, Kalium, Kalsium.

  1. Radiologi :

Ultrasonografi (USG), CT-Scan, Thorak foto, Arteriography.

  1. Biopsi jaringan liver

 

            H.Pencegahan

            Pencegahan terhadap kanker disini adalah suatu tindakan yang berupaya untuk menghindari segala sesuatu yang menjadi faktor resiko terjadinya kanker dan memperbesar faktor protektif untuk mencegah kanker.

Meskipun beberapa faktor resiko dapat dihindari bukan berarti anda akan seratus persen terbebas dari kanker. Sebaliknya orang yang hidupnya penuh dengan faktor resiko kanker belum tentu mereka akhirnya akan menderita kanker. Setiap individu mempunyai keunikan atau sensitifitas yang berbeda beda terhadap kanker. Maka dari itu ada baiknya anda selalu berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan informasi yang pas guna mencegah terjadinya kanker.

Prinsip utama pencegahan kanker hati adalah dengan melakukan skrining kanker hati sedini mungkin. Informasi yang pas dan tepat mengenai cara melakukan skrining dan informasi lainnya bisa dengan mudah anda dapatkan pada dokter keluarga anda.

Kanker hati atau sering disebut dengan kanker hepatoselular adalah kanker yang tumbuh dan berkembang pada sel atau jaringan hati. Kanker ini bukan merupakan hasil metastase dari kanker yang terjadi pada organ lain.

Hati merupakan salah satu organ terbesar yang terdapat pada tubuh manusia. Terletak pada perut kanan atas dan dilindungi sebagian oleh tulang rusuk. Hati memiliki fungsi penting terutama dalam metabolisme makanan menjadi energi serta sebagai organ penyimpan darah.

 

            I.Pengobatan

  1. Pembedahan
  2. Terapi radiasi
  3. Kemoterapi
  4. Kemoembolisasi
  5. Terapi gen
  6. Cryotherapy
  7. Ablasi radiofrekuensi
  8. Transplantasi
  9. Suplementasi vitamin B3 atau niasin dilaporkan juga dapat mencegah kanker.

Vitamin ini biasanya diberikan pula pada penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi, untuk mengurangi efek toksis (peracunan) dari kemoterapi itu sendiri.

  1. Pemberian Alkilgliserol yang banyak terdapat pada minyak hati ikan hiu, ko-enzim Q10, asam butirat, tulang rawan faktor antiangiogenesis (dari ikan hiu)yang berfungsi mencegah pembentukan darah baru dalam penyebaran sel kanker.Juga omega-3 dari minyak ikan, omega-6 serta beberapa ekstrak tumbuh-tumbuhan seperti bromelain berasal dari batang pohon nanas, bawang putih(Allium sativum), bawang bombai (Allium cepa) dan substansi lentinan berasal dari jamur shiitake asal Jepang.

 

 

 

 

 

J.Penatalaksanaan

  1. Penatalaksanaan Non Bedah

                Penatalaksanaan atau terapi ini hanya dapat memperpanjang kelangsungan hidup pasien dan memperbaiki kualitas hidupnya dengan cara mengurangi rasa nyeri serta gangguan rasa nyaman, namun efek utamanya masih bersifat paliatif. Penatalaksanaan non bedah ini seperti :

  • Terapi Radiasi
  • Kemoterapi

 

b. Penatalaksanaan Bedah

  • Lobektomi hati
  • Transplantasi hati

 

K.WOC

 

 

 

 

BAB III

ASKEP TEORITIS

          A.Pengkajian

Identitas

s  Usia : Biasanya menyerang dewasa dan orang tua

s  Jenis kelamin : Kanker hati sering terjadi pada laki – laki dari pada perumpuan.

s  Pekerjaan : Dapat ditemukan pada orang dengan aktivitas yang berlebihan

Riwayat Kesehatan

s  Keluhan utama:keluhan pasien waktu dikaji

s  Riwayat penyakit dahulu : Pasien dahulu pernah menderita penyakit apa dan bagaimana pengobatanya.

s  Riwayat penyakit sekarang

Data fokus terkait perubahan pola fungsi

Data dasar tergantung pada penyebab dan beratnya pada kerusakan atau gangguan hati menurut doengoes, 1999 adalah :

 

s  Aktivitas : Klien akan mengalami kelelahan , kelemahan, malaise

s  Sirkulasi : Bradikardi akibat hiperbilirubin berat, akterik pada sclera, kulit dan membran mukosa.

s  Eliminasi: Warna urin gelap ( seperti teh ), diare feses warna tanah liat.

s  Makanan dan cairan : Anoreksia, berat badan menurun, perasaan mual dan muntah, terjadi peningkatan edema, asites.

s  Neurosensori : Peka terhadap rangsangan, cenderung tidur, asteriksis

s  Nyeri / Kenyamanan : Kram abdomen, nyeri tekan pada abdomen kuadran kanan atas, mialgia, sakit kepala, gatal – gatal.

s  Keamanan : Urtikaria, demam, eritema, splenomegali, pembesaran nodus servikal posteior

s  Seksualitas  : Perilaku homoseksual aktif atau biseksual pada wanita dapat meningkatkan faktor resiko.

 

B.Pemeriksaan Fisik

Menurut Doengoes, 1999 hasil pemeriksaan fisik pada pasien kanker hati adalah:

s  Tanda – tanda vital : Tekanan darah meningkat, nadi brakikardial, suhu    meningkat, pernafasan meningkat.

s  Mata                         : Skera ikterik

s  Mulut                       : Mukosa kering, bibir pucat.

s  Abdomen                 : Terdapat nyeri tekan pada kuadran kanan atas, pembesaran hati, asites, permukaan teraba ireguler.

s  Kulit                         :Gatal – gatal ( pruritus )

s  Ekstremitas             : Mengalami kelemahan, peningkatan edema.

C.Pemeriksan Penunjang

1. Laboratorium:

500 mg/dl, HbsAg positf dalam serum, Kalium, Kalsium.≥ Darah lengkap ; SGOT, SGPT, LDH, CPK, Alkali Fostatase.

    AST / SGOT  meningkat  Nn ( 10 – 40 unit (4,8 -19 U/L)

    ALT / SGPT   meningkat  Nn ( 5 – 35 unit (2,4 – 17 U/L)

    LDH  meningkat   Nn (165 – 400 unit (80 – 192 U/L)

    Alkali Fostatase meningkat Nn ( 2 -5 unit (20 – 90  IU/L)

    Albumin menurun  Nn ( 3,5 – 5,5 g/dl (35-55 g/L)

    Globulin meningkat Nn ( 1,5 – 3,0 g/dl (15-30g/L)

2. Pemeriksaan radiologi

Pemeriksaan barium esofagus : Menunjukkan peningkatan tekanan portal.

s  Foto rongent abdomen : Pada penderita kanker hati akan terlihat perubahan ukuran hati.

s  Arteriografi pembuluh darah seliaka : Untuk melihat hati dan pankreas.

s  Laparoskopi :  Melihat perbedaan permukaan hati antara lobus kanan dengan kiri sehingga jika ada kelainan akan terlihat jelas.

s  Biobsi hati :  Menentukan perubahan anatomis pada jaringan hati

s  Ultrasonografi : Memperlihatkan ukuran – ukuran organ abdomen.

 

D.Diagnosa,Intervensi dan Rasionalnya

  1. Toleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan, letargi danmalaise (tidak enak badan).

Tujuan: Peningkatan toleransi terhadap aktivitas

s  Kaji tingkat toleransi aktivitas dan derajat kelelahan, letargi dan malaise.

Rasional: Menyediakan dasar bagi pengkajian dan kriteria selanjutnya untuk mengkaji efektifitas tindakan

s  Bantu dalam pelaksanaan aktivitas dan kebersihan diri bila pasien masih merasa lelah

Rasional: Meningkatkan sebagian latihan dan kebersihan diri dalam tingkat toleransi pasien

s  Anjurkan pasien istirahat bila pasien merasa lelah atau bila terdapat keluhan nyeri atau rasa tidak enak pada perut.

Rasional: Menyimpan tenaga dan melindungi hati.

s  Bantu memilih latihan dan aktivitas yang diinginkan.

Rasional: Merangsang minat pasien dalam menyeleksi aktivitas

  1. Perubahan nutrisi berhubungan dengan distensi abdomen, perasaan tidak enak pada perut serta anoreksia

Tujuan: Perbaikan status nutrisi

s  Kaji asupan diet dan status nutrisi lewat riwayat diet dan food diare, pengukuran berat badan setiap hari, pemeriksaan laboratorium dan antropometrik.

Rasional: Mengidentifikasi defist dalam asupan nutrisi dan kecukupan status nutrisi.

s  Berikan diet tinggi karbohidrat dengan asupan protein yang konsisten dengan fungsi hati.

Rasional: Memberikan kalori untuk energi, mempertahankan protein untuk kesembuhan.

s  Bantu pasien dalam mengenali jenis – jenis makanan rendah natrium.

Rasional: Mengurangi edema dan pembentukan asites.

s  Tinggikan bagian kepala tempat tidur selama pasien makan.

Rasional: Mengurangi rasa tidak enak akibat distensi abdomen dan mengurangi perasaan penuh karena tekanan isi perut serta asites pada lambung

s  Pelihara higine oral sebelum makan dan memberikan suasana yang menyenangkan pada waktu makan.

Rasional: Meningkatkan suasana lingkungan yang positif dan meningkatkan selera makan.

  1. Nyeri berhubungan dengan hepatomegali

Tujuan:   

  • Mendemontrasikan penggunaan keterampilan relaksasi dan aktivitas hiburan sesuai indikasi nyeri.Melaporkan penghilangan nyeri maksimal / kontrol dengan pengaruh minimal pada AKS

s  Tentukan riwayat nyeri misalnya lokasi , frekwensi, durasi dan intensitas (0-10) dan tindakan penghilang rasa nyeri misalkan berikan posisi yang duduk tengkurap dengan dialas bantal pada daerah antara perut dan dada

Rasional: Memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan / keefektifan intervensi

misalnya : nyeri adalah individual yang digabungkan baik respons fisik dan emesional

s  Berikan tindakan kenyamanan dasar misalnya reposisi, gosok punggung.

Rasional: Meningkatkan relaksasi dan membantu memfokuskan kembali perhatian

s  Kaji tingkat nyeri / kontrol nilai

Rasional: Kontrol nyeri maksimum dengan pengaruh minimum pada AKS

            E.Pelaksanaannya

Pelaksanaan merupakan langkah keempat dari proses keperawatan dan merupaka wujud nyata dari rencana keperawatan yang bertujuan memenuhi kebutuhan pasien akan keperawatan dengan melaksanakan kegiatan – kegiatan sesuai dengan alternatif tindakan yang telah direncanakan. Pelaksanaan keperawatan sebagai data untuk rencana keperawatan.

            F.Implementasi

Pelaksanaan adalah tahap keempat dari proses keperawatan dalam melaksanakanasuhan keperawatan (Kozier, 1991).

  1. Prinsip-prinsip dalam pelaksanaan dari tiap-tiap masalah atau diagnosa keperawatan yang ada dalam teori disesuaikan dengan prioritas keadaan klien.
  2. Tahap pelaksanaan terdiri dari :

 

a.Keterampilan yang diperlukan pada penatalaksanaan adalah :

1)      Kognitif adalah suatu keterampilan yang termasuk dalam kemampuan memecahkan masalah, membuat keputusan, berpikir kritis dan penilaian yang kreatif.

2)      Interpersonal adalah suatu yang diperlukan dalam setiapa ktivitas perawat yang meliputi keperawatan, konseling, pemberi support yang termasuk dalam kemampuan interpersonal diantaranya adalah perilaku, penguasaan ilmu pengetahuan, ketertarikan oleh penghargaan terhadap budaya klien, serta gaya hidup. Perawat akan mempunyai skill yang tinggi dalam hubungan interpersonal jika mereka mempunyai kesadaran akan sensitivitas terhadap yang lain.

3)      Tekhnikal adalah suatu kemampuan yang tidak bisa dipisahkan dengan interpersonal skill seperti memanipulasi alat,memberikan suntikan, pembiayaan, evaluasi dan reposisi.

b. Tindakan Keperawatan

1)      Mandiri atau independen adalah suatu tindakan perawat yang berorientasi pada tim kerja perawat dalam melakukan, menentukan, merencanakan dan mengevaluasi tindakannya :

a)      Seorang perawat tidak dapat melakukan tindakan keperawatan sendiri, contoh : merubah posisi klien yang obesitas di atas tempattidur.

b)      Asisten memerlukan tingkat stres pada klien, contoh mengganti posisi klien yang obesitas di atas tempat tidur

c)      Perawat yang kurang mengerti tentang pemasangan infus harus mencari pertolongan yang mengerti pertolongan tersebut.

2)      Interdependen atau kolaborasi adalah suatu tindakan bersifat kolaboratif tim kesehatan lainnya dalam menentukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap klien yang dirawat, contoh : pemberianobat analgetik untuk mengatasi nyeri pada klien diperlukan kolaborasidengan dokter.

c.Pendokumentasian Implementasi

Setelah dilakukan tindakan keperawatan, perawat mencatat tindakan tersebutdan respon dari pasien dengan menggunakan format khusus pendokumentasian pada pelaksanaan.

 

 

            G.Evaluasi

Setelah dilakukan implementasi keperawatan, maka hal yang perlu di evaluasi dari tindakan yang telah kita lakukan yaitu :

  1. Kebutuhan akan nutrisi dapat terpenuhi
  2. Nyeri yang dirasakan klien dapat berkurang
  3. Klien dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan tubuh
  4. Klien dapat turut berpartisipasi dalam tehnik untuk mencegah komplikasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

          A.Kesimpualan

            Ca Hepar adalah Tumor ganas primer pada hati yang berasal dari sel parenkim atau epitel saluran empedu atau metastase dari tumor jaringan lainnya dan kanker hatiterjadi apabila sel kanker berkembang pada jaringan hati.Merupakan tumor ganas nomor 2 diseluruh dunia,diasia pasifik terutama Taiwan ,hepatoma menduduki tempat tertinggi dari tomur-tomur ganas lainnya.

Ca Hepar disebabkan karena adanya infeksi hepatitis B kronis apabila terjadi dalam jangka waktu lama. Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan virus hepatitis B(VHB) yang menyerang hati

Penyakit ini adalah penyakit yang tidak mengenal umur. Selain itu, masalah penyakit kanker hati ini sangat erat kaitannya dengan penyakit hepatitis B dan hepatitis C Meningkatnya penderita kanker hati setiap tahunnya ini disebabkan tingginya kasus hepatitis B dan C kronis di Indonesia. Dua penyakit ini penyebab terjadinya kanker hati.Selain itu penyakit ini sulit terdeteksi.

Selanjutnya, fakta menunjukkan bahwa hepatitis B adalah penyebab kematian nomor 10 di dunia. Hingga saat ini, 2 miliar orang terinfeksi di seluruh dunia, dan 350 juta orang berlanjut menjadi pasien dengan infeksi hepatiatis B kronik. Di Indonesia sendiri diperkirakan angka kejadian infeksi hepatitis B kronik mencapai 5-10 persen dari total jumlah penduduk.

Pengobatan yang biasa dilakukan untuk pasien dengan Ca Hati antara lain yaitu Transplantasi, Terapi radiasi, Kemoterapi, Kemoembolisasi, Terapi gen, Cryotherapy,Ablasi radiofrekuensi, dan Pembedahan.

            B.Saran

penyusun sangat membutuhkan saran, demi meningkatkan kwalitas dan mutu makalah yang kami buat dilain waktu. Sehingga penyusun dapat memberikan informasi yang lebih berguna untuk penyusun khususnya dan pembaca umumnya.

                       

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Doenges, Marilynn E., 1999, Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien, Edisi 3, EGC : Jakarta

Inayah, Iin, 2004, Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Pencernaan, Edisi 1, Salemba Medika : Jakarta

Gips,CH & CH Wilson 1989. Diagnosis dan Terapi Penyakit Hati dan Empedu. Jakarta: Gramedia.

Ghofar,Abdul. 2009. Cara Mudah Mengenal dan Mengobati Kanker. Yogyakarta: Flamingo.

Gips,CH & CH Wilson 1989. Diagnosis dan Terapi Penyakit Hati dan Empedu. Jakarta: Gramedia.

Ghofar,Abdul. 2009. Cara Mudah Mengenal dan Mengobati Kanker. Yogyakarta: Flamingo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s